• Melalui Pembinaan PPDB dan MPLS, SMP Islam Baitul Makmur Berbenah





    Oleh: Nurul Aini Kholiq, S.Pd.I

    MALANG_BM-Visiting oleh pengawas sekolah sangat penting dibutuhkan oleh setiap lembaga sekolah di Indonesia, baik mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Indonesia. Hal ini bertujuan  untuk mendapatkan perhatian dan pembinaan ke arah sekolah yang lebih baik. 
    Seperti yang dilakukan Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri Winaryati, S.Pd, M.M. saat melakukan visiting di SMP Islam Baitul Makmur Rabu, (10/72019). Dalam pemaparannya, arahan dan masukan diberikan kepada seluruh guru SMP Islam Baitul Makmur yang hadir dalam pembinaan tersebut.
    Pengarahan dan masukan yang sempat terekam dalam benak penulis antara lain adalah :
    1. Raport mutu tiap tahun harus dibuat. Tujuannya untuk penanganan dan pemetaan sekolah-sekolah di Kota Malang guna perbaikan mutu dan kualitas. Oleh karena itu sekolah harus selalu berbenah.
    2. Dalam masalah lingkungan, ditegaskan bahwa itu menentukan. Artinya, lingkungan harus dibentuk dan diciptakan untuk anak didik dengan harapan yang lebih baik.
    3. Guru harus menyadari bahwa tugas utamanya adalah mendidik bukan mengajar. Mendidik inilah yang nantinya menjadikan sebuah karakter yang bagus atau luar biasa yang akan dibawa sampai ke akhirat.
    4. Ke depan, murid diharapkan tidak hanya pintar tetapi perilakunya  juga bagus (akhlakul karimah ). Bahwa, pintar yang bagus itu kelak tidak harus jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Artinya. menjadi PNS atau bukan sama saja yang terpenting adalah pengabdian.
    5. Guru dituntut tidak hanya pintar membuat  perangkat RPP, Silabus, Prota, Promes, dan lain-lain sebagai kelengkapan dokumen satu, dokumen dua, dan seterusnya sebagai penilaian pengawas. Tapi, lebih dari itu guru harus selalu berbenah dalam segala hal dan bertanggung jawab atas lembaga, anak didik, dan masyarakatnya.
    Menindak lanjuti perkembangan lembaga pendidikan di Baitul Makmur, khususnya SMP Islam Baitul Makmur, tentu harapannya adalah akreditasi A dari saat ini akreditasi B. Pencapaian akreditasi yang bagus ini tergantung pada komitmen seluruh guru SMP Islam Baitul Makmur itu sendiri. Terkait akreditasi yang bagus, pengawas SMP yang akrab disapa Ibu Win ini menyebutkan,  guru harus sesuai kompetensi mata pelajaran (mapel)  yang diampunya.
    Sementara itu, Kepala SMP Islam Baitul Makmur, Ahmad Nur Syadzili, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa guru yang kompeten di bidangnya itu memang sudah menjadi keharusan dan sesuai program dari pada pihak Yayasan Baitul Makmur.  Ustadz Nur, sapaan akrab Ahmad Nur Syadzili, berharap ke depan hubungan pihak sekolah dengan pengawas selalu dalam pembinaan sewaktu-waktu mudah dibutuhkan.
    Gayung bersambut, harapan kepala sekolah itu disambut baik oleh pengawas sekolah bahwa pihaknya siap “menguraikan” melalui Bosda dan Bosnas. Di antaranya, menggelar workshop di sekolah dengan menghadirkan nara sumber berkompeten, dan kegiatan-kegiatan lainnya.
    Oleh karena itu kegiatan visiting pengawas sewaktu-waktu harus diwujudkan, dalam artian hubungan antara pengawas dengan pihak sekolah tidak ada image saling membebani di antara tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mengenai visiting, pengawas diundang atau tidak (datang sewaktu-waktu ke sekolah) adalah sesuatu yang fakta. Ibu Win sendiri berharap visiting bisa selalu terealisasi dengan baik untuk mendampingi guru.  Sehingga, jika ada masalah bisa dicatat untuk ditindaklanjuti dan diselesaikan.
    Sebaliknya, jika ke depannya ada guru maupun anak didik berprestasi, tentu menjadi suatu hal yang menggembirakan dan selayaknya mendapatkan penghargaan. Begitu  juga pengawas akan merasa turut senang terhadap lembaga sekolah yang dibinanya. Dengan demikian, hubungan pihak sekolah dan pemerintah, dalam hal ini Diknas Kota Malang tidak ada selisih paham atau gab (berseberangan), karena bisa diselesaikan melalui perantara pengawas sekolah yang bertugas.
    Selain paparan di atas, Ibu Win juga menyampaikan beberapa solusi, antara lain melalui musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Di forum MGMP ini seluruh guru harus aktif untuk menggali ilmu-ilmu di dalamnya. Di antara fungsi kegiatan MGMP adalah untuk melengkapi perbaikan RPP, Silabus, dan perangkat lainnya di tiap-tiap bidang pelajaran.
    Sesuai peraturan, kegiatan MGMP dilaksanakan di atas jam 12.00 WIB. Tujuannya, guru tidak banyak meninggalkan jam pelajaran di sekolah. Sehingga guru yang bertugas ada senggang waktu dan bisa mengkondisikan jam pelajaran sejak pagi, manakala dimungkinkan jam pelajaran berbenturan. Dengan demikian, kegiatan sekolah pun juga terlayani dengan baik dan efektif.
    Dalam kegiatan visiting kemarin, pengawas sekolah juga menyampaikan bahwa setiap guru harus memiliki bank soal. Pasalnya, bank soal sebagai solusi yang mengena pada tugas-tugas siswa di sekolah. Mengenai solusi yang berkaitan dengan RPP, Silabus, dan perangkat pembelajaran, pengawas sekolah menegaskan yang terpenting adalah guru harus  paham terlebih dahulu, karena masalah revisi itu hal yang mudah.
    Menurut Ibu Win, SMP Islam Baitul Makmur dimungkinkan akan lebih mudah penanganannya karena di lingkungan pesantren. Selain itu, di sekolah swasta pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lebih bebas dibandingkan sekolah negeri. Apalagi, di lingkungan pesantren layaknya SMP Islam Baitul Makmur ini, yakin sangat diperhitungkan.
    Namun, diingatkan oleh pengawas sekolah, selain perbaikan PPDB tentu diperkuat dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) nantinya, yang mana MPLS di masing–masing sekolah untuk kuantitas waktu yang dibutuhkan pasti berbeda dan disesuaikan kebutuhannya. Begitulah pungkas penjelasan dari Ibu Win sebelum undur diri dari SMP Islam Baitul Makmur untuk kegiatan selanjutnya. (*/hen)


    *Penulis adalah Staf TU dan Operator Dapodik SMP Islam Baitul Makmur Malang


    Editor : Hendarmono Al Sidarto


  • You might also like

    1 komentar:

    1. Trimakasih pak. Hendar sdh banyak membimbing penulis dalam belajar dunia jurnalistik di SMP I BM ...

      BalasHapus